Showing posts with label Resistor. Show all posts
Showing posts with label Resistor. Show all posts

Aplikasi NTC dan PTC



PTC atau NTC telah digunakan dalam berbagai aplikasi. Aplikasi termistor PTC memanfaatkan karakteristik yang melekat dalam komposisi mereka. Umumnya, aplikasi yang dipecah menjadi dua kategori yang berbeda yang memanfaatkan karakteristik yang berbeda dari PTC. Kategori pertama adalah aplikasi yang memanfaatkan karakteristik tegangan atau karakteristik Current time termistor PTC. Ini kadang-kadang dikenal sebagai aplikasi self heated. Kategori umum lainnya adalah zero power atau aplikasi penginderaan/sensing. Tidak seperti termistor NTC, resistansi dibandingkan karakteristik temperatur dari termistor PTC tidak didefinisikan dengan baik dan aplikasi yang memanfaatkan perlawanan dibandingkan karakteristik temperatur cenderung hanya memanfaatkan sebagian kecil dari kurva RVT dan memanfaatkan toleransi yang lebih luas daripada termistor NTC.
Adapun Aplikasi dari NTC atau PTC adalah :

Self Heated Applications
Beberapa jenis aplikasi yang memanfaatkan karakteristik self heated termistor PTC meliputi:
Self-Regulating Heaters
Over-Current Protection
Liquid level sensing
Constant current
Time delay
Motor Starting
Arc suppression

Design Considerations for Self-Regulating Heaters
Ketika memilih PTC, Anda harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut:
Thermal connections
Switch temperature (TS)
Resistance at 25ÂșC (R25)
Surface area
Maximum voltage (Vmax)

PTC Over-Current Protectors
Termistor PTC perangkat semikonduktor keramik yang menunjukkan kemampuan untuk beralih dari keadaan resistansi rendah ke keadaan resistensi yang tinggi tergantung pada suhu tubuh mereka. PTC keramik termistor telah terbukti handal dan efektif selama bertahun-tahun digunakan dalam berbagai aplikasi over-saat ini

Motor Starting












Termistor PTC dapat digunakan untuk belitan starter tambahan dari motor induksi atau motor fase tunggal

Constant Current
Hal ini dimungkinkan untuk mendapatkan arus yang hampir konstan dengan menghubungkan sebuah termistor PTC secara paralel dengan sebuah resistor. Suhu hampir konstan dari hasil PTC diri dipanaskan dalam sebuah rangkaian yang dapat mengatur arus atas berbagai tegangan. Ketika tegangan dari rangkaian tersebut adalah meningkat, suhu sedikit meningkat PTC yang akan menyebabkan peningkatan perlawanan dari termistor PTC dan penurunan kecil dalam arus melalui kompensasi termistor untuk peningkatan arus melalui resistor paralel. Arus melalui beban keseluruhan akan tetap relatif konstan selama masih dalam range tegangan.

Temperature Sensing and Control
Tidak seperti termistor NTC dengan kemampuannya untuk merasakan suhu secara akurat pada rentang temperatur yang luas, termistor PTC hanya berguna sebagai alat pengukur suhu rentang yang relatif singkat suhu mendekati suhu saklar. Karena resistensi dibandingkan suhu karakteristik termistor PTC tidak meminjamkan dirinya untuk persamaan, spesifikasi kebanyakan untuk termistor PTC untuk menjadi nilai resistansi pada temperatur tertentu toleransi plus atau minus beberapa. Ketika PTC digunakan sebagai sensor suhu, jumlah arus melalui PTC harus kecil agar tidak panas diri termistor dan menyebabkan kesalahan. Biasanya, tidak mungkin untuk menggunakan termistor PTC sebagai sensor suhu ketika berada dalam mode operasi self heated.

Dan aplikasi lainnya juga meliputi
Self-Regulating Heaters
Maximum No-Switch Current
Arc Suppression
Time Delay
Liquid Level/Air Flow

Contoh 1 Aplikasi Sirkuit menggunakan NTC atau PTC

Contoh 2  Thermistor AN685
Thermistor akan mendeteksi suhu disekitan dengan referensi arus <100uA dan Thermistor tsb akan mengeluarkan nilai resistansi saat suhu atau temperature berubah-ubah.
Gambar diatas menggunakan NTC tipe AN685

Gambar Thermistor linear



Pranala Lain....

http://www.specsensors.com/ptc-apps.asp

Resistor


Resistor merupakan komponen elektronik dua saluran yang didesain untuk menahan arus listrik dengan memproduksi penurunan tegangan diantara kedua salurannya sesuai dengan arus yang mengalirinya, berdasarkan hukum Ohm:
\begin{align}V&=IR\\
I&=\frac{V}{R}\end{align}
  • Keterangan :
                 V = Voltage (Volt)
                  I =  Arus (Ampere)
                 R = Hambatan (Ohm)

Hukum Ohm menyatakan bahwa besar arus yang mengalir pada suatu konduktor pada suhu tetap sebanding dengan beda potensial antara kedua ujung-ujung konduktor

Resistor digunakan sebagai bagian dari rangkaian elektronik dan sirkuit elektronik, serta merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari bermacam-macam seperti kompon dan film, bahkan kawat resistansi (kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel-kromium).
Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat ditahan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, desah listrik, dan induktansi.

Resistor sendiri bisa dikategorikan kedalam dua jenis yaitu resistor tetap dan resistor variabel.

Resistor tetap artinya resistor yang nilainya tidak bisa diubah-ubah, tetapi masih memiliki nilai toleransi tertentu .
Sebagai contoh adalah resistor yang memiliki gelang warna.

Resistor Variabel artinya resistor yang nilai tahanannya bisa diubah-ubah dengan cara diputar, digeser atau bisa secara cahaya (LDR/sensor).
Sebagai contoh adalah Potensiometer, trimpot, PTC dan NTC .

Resistor tetap atau resistor biasa tidak selalu ada di pasaran,terdapat standar nilai resistansi apabila kita ingin membeli suatu resistor. Misalkan kita ingin membeli resistor dengan nilai 160 ohm,maka kita pasti tidak akan menemukan resistor tsb di pasaran,jadi kita harus membeli resistor dengan nilah 150 ohm + 10 ohm = 160 ohm.
Mengapa bisa begitu ....????

Berikut data untuk Resistor yang ada di pasaran atau biasa disebut R-12 :


Ingin tahu banyak tentang Dunia Elektro ......

Komponen - komponen elektronika :


 
                                            + NTC dan PTC     
                                            + IC / Integrated Circuit
                                            + Seven Segment
                                            + Lampu
                                            + Switch / Saklar
                                            + LCD


 Sumber Tegangan :

                                            + AC Voltage / Tegangan AC
                                            + DC Voltage / Tegangan DC

                                            + Hukum Kirchoff 1
                                            + Hukum Kirchoff 2

Pengukuran :

                                           + Alat Ukur Multimeter
                                           + Cara Pengukuran Resistor
                                           + Cara Pengukuran Transistor
                                           + Cara Pengukuran Dioda
                                           + Cara Pengukuran Led
                                           + Cara Pengukuran Lampu
                                           + Cara Pengukuran SCR / Thyristor
                                           + Cara Pengukuran 7 Segment
                                           + Semikonduktor
Bilangan :
                                           + Biner
                                           + Oktal
                                           + Decimal
                                           + Hexadecimal

NTC dan PTC - Negative Temperature Coefficient dan Positive Temperature Coefficient

PTC - NTC
(Positive Temp Coeffisient - Negative Temp Coeffisient)

Berbicara masalah komponen elektro, PTC ataupun NTC ini sangat berperan dalam industri ataupun bisa dikatakan sebagai sensor yang bergantung pada panas. Bagaimana sebuah NTC atau PTC bekerja dan seperti apa bentuk dari komponen ini...... sabar dulu, disini akan dijelaskann apa yang dimaksud NTC atau PTC itu.



Simbol Thermistor

Positive Temperature Coeffisient (PTC) disebut juga Thermistor, dari namanya bisa diartikan Koefisien Temperatur Positif jadi bergantung pada temperatur positif. Disini apa yang berubah ?
Nah PTC ini termasuk dalam kelompok Resistansi yang variabel, jadi signal output yang dihasilkan oleh PTC ini adalah resistansi atau tahanan.
Nilai tahanan besar bila koefisien temperatur naik/semakin panas
Nilai tahanan kecil bila koefisien temperatur turun
\Delta R=k\Delta T \, 



Negative Temperature Coeffisient (NTC) disebut juga thermistor, akan berubah nilai resistansinya apabila terjadi perubahan temperature. untuk perubahan temperatur sama seperti PTC namun jika NTC perubahannya panasnya  ke arah kecilnya resistansi.
untuk lebih jelas,berikut datanya

Nilai tahanan kecil bila koefisien temperatur naik/semakin panas
Nilai tahanan besarl bila koefisien temperatur turun



Conclution :
* PTC - jika temperatur panas maka tahanan besar(positive)
* NTC - jika temperatur panas maka tahanan kecil (negative)

Baik, semoga sedikit pemahaman ini menjadikan kita tahu tentang dunia elektro.


Light Dependent Resistor

Light Dependent Resistor - LDR

Gambar: Light Dependent Resistor LDR atau Photo Resistor
Komponen LDR merupakan komponen yang masih dalam kelompok resistansi, namun ada perbedaan dengan komponen elektronika yang satu ini.

LDR yang juga disebut Photoresistor ini memiliki karakteristik tersendiri. Jika kita lihat dari bentuk fisiknya maka tidak akan ditemukan nilai resistansinya, akan tetapi nilai resistansi dari LDR dipengaruhi oleh cahaya yang berada di dekat LDR ini.

Bagaimana perubahan resistansinya......
NIlai resistansi dari LDR ini akan kecil bilamana terdapat intensitas cahaya yang mengenainya.
Namun bila cahaya disekitarnya redup atau gelap maka nilai tahanannya akan tinggi.

Cahaya Terang = Tahanan kecil
Cahaya Gelap    = Tahanan besar 

LDR ini sering diaplikasikan pada lampu taman otomatis, jadi pada saat cahaya disekitar gelap maka lampu taman akan nyala dan saat cahaya terang maka lampu otomatis mati dengan sendirinya. Dan masih banyak lagi aplikasi dari LDR ini sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.

Berikut untuk mengetahui simbol dari LDR atau Photoresistor ini.
 
Simbol LDR
Simbol LDR digambarkan dengan arah panah masuk yang menandakan tahanan berubah bergantung pada intensitas cahaya yang ada di sekitar LDR.
(Created By HBoys)


Ingin tahu banyak tentang Dunia Elektro ......

Komponen - komponen elektronika :
 http://elkatech.blogspot.com
                                         

Potensiometer

 POTENSIOMETER

Gambar : Potensiometer

Potensiometer merupakan bagian dari sebuah resistor. Namun bisa dilihat berbeda dari bentuk fisiknya, resistor biasa memiliki gelang warna untuk menentukan nilai tahanannya, sedangkan potensiometer nilai tahanan ditentukan oleh putaran atau pergeseran seperti yang tampak pada gambar disamping.

Potensiometer jenis ini disebut Resistor Variabel atau Rheostat.

Potensiometer biasanya digunakan sebagai peranti pengendali elektronik seperti penguat sinyal ,pengaturan suara, pengaturan intensitas, sebagai tranduser, pengendali masukan dan keluaran sebuah operasi elektronik.

Nilai dari potensiometer ini bisa berubah sesuai perputaran ataupun pergeseran. Range yang dihasilkan oleh potensiometer bervariasi, jika tertera di Potensio dengan nilai 100k ohm,maka range resistansi dimulai dari tahanan 0 ohm s/d 100k ohm. Jadi tahanan yang dihasilkan oleh potensiometer terbukti berubah-ubah.

Untuk mengetahui simbol dari potensiometer ini, berikut gambarnya :
Simbol US
Simbol Eropa


Untuk lebih memahami perubahan resistansinya, berikut contoh pergerakan dari potensiometer.
Gambar : Potensio kondisi awal

 Dapat  dimisalkan sebuah kawat panjang di gambar potensio kondisi awal disamping adalah potensiometer geser, yang mana nilai dari tahanan A terhadap B dan C terhadap B selalu berubah-ubah. 
AB tahanannya lebih kecil dari BC (AB<BC) 
karena jarak dari A ke B lebih dekat dan B ke C tahananya pasti lebih besar.

Gambar: Potensio digerakkan ke kanan

Prinsip Potensiometer ini adalah dengan menggeser, nah apabila  B digeser ke kanan menuju C (terlihat pada gambar potensio digerakkan ke kanan) maka,
AB tahanannya sama dengan BC
Artinya nilai tahanannya bisa diatur sesuai dengan keinginan kita.
 (Created By HBoys)

Potensiometer _>>from Wiki

Ingin tahu banyak tentang Dunia Elektro ......

Komponen - komponen elektronika :
http://elkatech.blogspot.com